Piala AFF Bakal Mengubah Sejarah, Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia dan Thailand?

Daftar Isi
Pilar Timnas Indonesia Pratama Arhan (kiri) berebut bola dengan bek Thailand Narubadin Weerawatnodom dalam final leg kedua Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, 1 Januari 2022. (AFP)


Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) dikabarkan berencana mengundang satu tim tambahan untuk berpartisipasi di Piala AFF.

Informasi terkini, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Danviet.vn, AFF berencana mengundang Kirgistan untuk hadir di arena Piala AFF.

Jika menjadi kenyataan, maka ini akan menjadi perubahan sejarah turnamen karena pertama kalinya negara di luar Asia Tenggara berpartisipasi di Piala AFF.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, Piala AFF hanya diikuti maksimal 10 tim dan dibagi menjadi dua grup untuk bertanding.

Namun, kawasan Asia Tenggara berjumlah hingga 11 negara dan jika Kirgistan menyetujui usulan tersebut, kemungkinan besar mulai Piala AFF berikutnya akan ada 12 tim yang ikut serta.

Dengan 12 tim, AFF kemungkinan akan dibagi menjadi 3 grup (masing-masing 4 tim) untuk bertanding.

Kehadiran Kirgistan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas turnamen.

Pada ranking FIFA saat ini, Kirgistan berada di peringkat ke-96, hanya lebih rendah dari Timnas Vietnam (95) dan lebih baik dari tim-tim lain di kawasan ASEAN.

Namun, hal ini tentunya juga akan memperkecil peluang bersaing memperebutkan gelar juara bagi tim-tim papan atas seperti Timnas Indonesia, Vietnam, atau Thailand.

Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Asia Tenggara berkembang cukup pesat dan mempunyai prestasi awal.

Yang paling khas adalah kenyataan bahwa dua tim yakni Thailand dan Vietnam pernah mencapai babak kualifikasi terakhir Piala Dunia zona Asia.

Namun, level profesional tim sepak bola di kawasan ini masih memiliki kesenjangan yang besar dengan negara-negara terkemuka di benua itu seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, atau Arab Saudi.

Sejarah Piala AFF

Piala AFF pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996, saat itu Singapura bertindak sebagai tim tuan rumah.

Pada edisi pertama tersebut, Thailand berhasil menjadi tim perdana yang menyabet gelar juara Piala AFF.

Tim Gajah Perang menjadi juara berkat kemenangan tipis 1-0 atas Malaysia di babak final.

Sedangkan perebutan peringkat ketiga berhasil dimenangi Vietnam usai menaklukkan Timnas Indonesia dengan skor 3-2.

Turnamen yang berlangsung setiap dua tahun sekali itu selalu didominasi oleh Thailand yang mendapatkan gelar terbanyak.

Kemenangan di Piala AFF edisi terakhir (2022) membuat Thailand kini telah mengoleksi 7 gelar juara.

Thailand juga menjadi tim yang paling banyak tampil di final yakni 10 kali, tiga di antaranya gagal juara.

Tim kedua yang meraih gelar terbanyak di Piala AFF adalah Singapura, mereka selalu menjadi juara ketika tampil empat kali di babak final.

Vietnam menyabet gelar juara Piala AFF sebanyak dua kali, sedangkan Malaysia pernah mencicipi juara satu kali.

Dengan demikian, sepanjang gelaran Piala AFF, hanya ada empat tim yang sudah pernah merasakan gelar juara.

Sementara itu Timnas Indonesia, meski belum pernah merasakan juara, Skuad Garuda adalah tim kedua setelah Thailand yang menjadi langganan lolos ke babak final.

Tercatat Timnas Indonesia mencapai babak final sebanyak enam kali, namun semuanya gagal menyabet gelar juara.

Dengan ada isu bergabungnya Kirgistan di Piala AFF, apakah dominasi Thailand akan terhenti dan peluang juara Timnas Indonesia akan semakin tipis?



Posting Komentar